Mahasiswa Sosiologi FISIP UNISBA Blitar Mengasah Kompetensi Mitigasi melalui Simulasi Imersif Virtual Reality (VR) di BPBD Jawa Timur"
25 Jul 2026
Ringkasan: Dalam upaya memperkuat kompetensi akademis dan sensitivitas sosial terhadap kebencanaan, mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNISBA Blitar, melaksanakan kegiatan Studi Visit ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan strategis ini didampingi langsung oleh dosen pembimbing, Q. Azam Zami, M. Sosio. Integrasi Teori dan Praktik di Lapangan Kunjungan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan komprehensif mengenai manajemen risiko bencana. Fokus utama dari studi ini adalah pemahaman mendalam terkait strategi mitigasi bencana mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat yang diimplementasikan oleh otoritas kebencanaan di Jawa Timur.
Integrasi Teori dan Praktik di Lapangan
Kunjungan ini dirancang sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan komprehensif mengenai manajemen risiko bencana. Fokus utama dari studi ini adalah pemahaman mendalam terkait strategi mitigasi bencana mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat yang diimplementasikan oleh otoritas kebencanaan di Jawa Timur.
Kegiatan Studi Visit ke BPBD Jawa Timur ini diselenggarakan dengan tujuan utama untuk mengintegrasikan pemahaman teoritis sosiologi mengenai fenomena krisis dengan praktik manajemen kebencanaan yang sesungguhnya di lapangan. Melalui kunjungan ini, mahasiswa diajak untuk mendalami klasifikasi bencana serta langkah-langkah strategis penanggulangannya yang diterapkan secara komprehensif di wilayah Jawa Timur, sekaligus memperkenalkan literasi teknologi terbaru seperti Virtual Reality dan simulator bencana sebagai instrumen edukasi modern. Dengan melihat langsung pengelolaan logistik dan sarana tanggap darurat seperti Tenpina, kegiatan ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan wawasan teknis yang krusial bagi seorang akademisi sosial dalam memahami bagaimana infrastruktur dan prosedur darurat disusun untuk menanggapi potensi bahaya di tengah masyarakat.
Manfaat dari kegiatan ini sangat signifikan baik bagi mahasiswa, institusi, maupun masyarakat luas. Bagi mahasiswa, pengalaman imersif melalui simulasi berbasis game memberikan pemahaman yang lebih intuitif dan mendalam dibandingkan metode konvensional, sehingga mereka mampu melihat manajemen bencana sebagai fenomena sosial yang kompleks di mana adaptasi masyarakat menjadi elemen kunci. Bagi FISIP UNISBA Blitar, kunjungan ini memperkuat jejaring kemitraan strategis dengan instansi pemerintah, yang sekaligus memberikan referensi berharga untuk pengembangan kurikulum pendidikan kebencanaan yang lebih adaptif dan berbasis teknologi. Pada akhirnya, melalui bekal pengetahuan praktis ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen literasi bencana yang edukatif, sehingga dapat berkontribusi secara langsung dalam memperkuat resiliensi komunitas terhadap potensi bencana di lingkungan masyarakat luas.
Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami bencana dari perspektif teoritis di dalam kelas, tetapi juga melihat bagaimana langkah-langkah strategis penanggulangan bencana disusun berdasarkan karakteristik geografis dan sosial masyarakat Jawa Timur,” ujar Q. Azam Zami, M. Sosio di sela-sela kegiatan.
Eksplorasi Teknologi dan Simulasi Imersif
Rangkaian kegiatan dimulai dengan kedatangan rombongan di Surabaya, yang disambut dengan penuh hangat oleh jajaran instruktur dan pelatih BPBD Jawa Timur, yakni Bapak Hanif, Bapak Iqbal, Bapak Danang, serta Mbak Udiyani. Mahasiswa diajak untuk melakukan observasi langsung ke area logistik dan kawasan Tenpina (Tenda Penanggulangan Bencana). Di sini, mereka mempelajari urgensi kesiapan sarana dan prasarana tanggap darurat yang menjadi garda terdepan dalam proses evakuasi.
Puncak dari kegiatan ini adalah kunjungan ke Museum Bencana, di mana mahasiswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan teknologi Simulator Bencana paling mutakhir di Indonesia. Melalui teknologi Virtual Reality (VR), mahasiswa diajak masuk ke dalam simulasi penanggulangan pasca-bencana. Metode pembelajaran berbasis game ini memberikan pengalaman belajar yang sangat imersif, membantu mahasiswa memahami konsep mitigasi secara lebih intuitif, mendalam, dan teknis.
Sosiologi sebagai Pilar Mitigasi
Bagi FISIP UNISBA Blitar, keterlibatan dalam mitigasi bencana merupakan bagian integral dari kajian sosiologi. Q. Azam Zami menekankan pentingnya perspektif sosiologis dalam setiap proses penanggulangan bencana. “Pemahaman mengenai mitigasi bencana bukan sekadar soal teknis infrastruktur, tetapi tentang bagaimana masyarakat beradaptasi, berinteraksi, dan membangun resiliensi dalam situasi krisis. Pengalaman di lapangan ini memberikan perspektif krusial bagi mahasiswa dalam memandang manajemen bencana sebagai sebuah fenomena sosial yang kompleks,” jelas beliau.
Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah ke dalam realitas lapangan. Dengan bekal pengetahuan ini, lulusan Sosiologi UNISBA Blitar diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang edukatif dan mampu menyebarkan literasi mitigasi bencana bagi masyarakat luas di masa depan.